Go My Babies, Go!


Tadi siang (10-06-2012) saya bertemu dengan teman-teman saya di Jakarta. Kami sepakat berkumpul di salah satu mall di bilangan Jakarta Selatan. Sebuah pertemuan sederhana yang direncanakan seminggu sebelumnya. Singkat cerita, pertemuan kami tersebut untuk membahas rencana film pendek Bahana selanjutnya. Setelah Eternal Love, saya kaget sekaligus excited sebab Bahana bilang dia tertarik mengangkat salah satu karya saya untuk dijadikan film pendek… LAGI! Whoa, sepertinya saya sedang beruntung!đŸ˜€

Sebelum pertemuan, lewat social media, kami sempat berbincang mau mengangkat cerpen saya yang mana. Awalnya ada dua pilihan: cerpen tentang si Dian, atau rencana re-boot Cinta Abadi. Nah, saat kami bertemu, kedua cerpen itu malah tidak jadi dibahas lebih lanjut. Bahana bilang, dia dan teman-teman kampusnya berniat membuat omnibus bertema “Kiamat”. Lantaran Dian dan Cinta Abadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan kiamat, maka selesai sudah perbincangan tentang keduanya.

Untungnya, baru-baru ini saya menulis cerpen yang bertemakan kematian. Saya pikir, sepertinya cerpen itu bisa disesuaikan dengan tema omnibus. Bahana sudah membacanya, dan sepertinya (nggak mau ge-er dulu :D) dia memberi ‘lampu hijau’ untuk memfilmkan cerpen ‘Parade Malam’ saya. Kami lantas membicarakan tentang konsepnya mau bagaimana. Saya pun (dengan pede tingkat dewa) menawarkan diri untuk menjadi penulis skenarionya. Hahaha. Sebenarnya sih, saya meminta hal itu semata-mata karena saya ingin belajar membuat skenario. Andaikata hasilnya kurang memuaskan saya setuju bila Bahana memberikan revisi, supaya hasilnya sesuai dengan tema serta konsep yang sudah dibicarakan.

Rencananya proyek ini akan berjalan bulan depan, tapi untuk sekarang sih masih dalam bentuk wacana. So yeah… I think it’s too early for me to get excited. Kita lihat saja perkembangannya, apakah proyek ini terealisasi.

Miaaawww...

Sepulang dari Jakarta (setelah terjebak setengah jam di stasiun Depok gara-gara harus transit kereta), saya membuka situs Kastil Fantasi, dan surprise mendapati judul cerpen saya lolos seleksi. Hahaha.

Saya mendapat info Lomba Cerita Pendek Fantasi Fantasy Fiesta 2012 dari teman. Awalnya sih tidak begitu tertarik (atau menggebu-gebu) untuk ikut, mengingat saya tidak terlalu bagus menulis cerita bergenre fantasi. Dulu saya pernah menulis cerpen yang menggabungkan dongeng Red Riding Hood dan Sangkuriang (Adham was high as f**k, combining fairytale and folklore and stuff :D). Hasilnya cukup mengecewakan. Hahaha. Jadi, dari sana, saya sadar kalau genre fantasi mungkin bukan ‘taman bermain’ saya. Apalagi gaya menulis saya cenderung ‘urban’ sehingga tidak begitu cocok untuk cerita fantasi.

Meskipun demikian, saya memutuskan ikut juga. Ini tantangan bagi saya. Terlebih, definisi fantasi itu sendiri kan luas. Tidak perlu dan melulu tentang penyihir, naga, kastil, pangeran, serta putri. Dan premis itulah yang saya terapkan. Saya mencoba menulis dengan gaya saya sendiri, dan menggabungkannya dengan elemen-elemen fantasi. Cerpen percobaan pertama saya, Shaman, hasilnya kurang memuaskan (teman-teman saya pun setuju ceritanya kurang tergali). Akhirnya saya tulis satu cerpen lagi, yang mana kali ini tanggapannya lebih bagus. Alhamdulillah. Maka, ya sudah, cerpen itu saja yang saya submit untuk lomba.

Untuk judul cerpen tersebut, terus terang saya sedikit kesulitan. Semula, saya pengen rada nyentrik dengan menulis judul panjang-panjang, seperti: ‘Petualangan Berbahaya dan Luar Biasa Tentang Si A, Si B, Si C, dll, Dalam Mencari Jati Diri’, atau semacam itulah. Hahaha. Kemudian saya putuskan untuk menggunakan judul ‘The Adventure of Self-Discovery‘. Saya suka judul itu. Terdengar keren. Tapi apa daya, karena lombanya mengharuskan judulnya sebisa mungkin menggunakan Bahasa Indonesia, maka saya ubah lagi jadi ‘Perjalanan Mencari Diri’. Dan itulah judul resmi yang saya pakai untuk cerpen tersebut.

Sungguh sebuah kejutan menyenangkan menemukan judul cerpen saya itu di antara ratusan judul yang diikut-sertakan ke lomba, termasuk ‘Chronovisor’ (the title is mega-cool) karya teman saya, Awi Chin. Pas lihat ada cerpen saya nyempil di sana, saya sempat terkikik geli. Kok bisa ya? Hehehe. Tapi, Alhamdulillah deh. Artinya cerpen saya cukup layak untuk lolos seleksi, kan?

Untuk menang? Wow, wow! Sabar dulu, cing! Masih terlalu dini untuk berpikir tentang kemenangan. Saya sendiri belum membaca karya-karya penulis lainnya (semua karya yang lolos seleksi baru akan ditayangkan di situs Kastil Fantasi bulan Juli nanti), jadi belum bisa mengetahui seberapa besar kehebatan saingan-saingan saya. Meskipun demikian, melihat judul-judul karya yang masuk… sepertinya saya mendapat saingan yang teramat sangat berat. -_____-”

Tak apalah! Kalau pun tidak menang saya sudah cukup senang bisa lolos seleksi. Dengan demikian, saya harap bisa mendapat banyak masukan, komentar, saran, dan kritik yang bermanfaat dari pembaca. Siapa tahu dengan begitu, saya bisa meningkatkan kemampuan menulis saya. Amiin.

Namun, jujur saja, saya tak sabar menunggu seberapa jauh kiprah karya-karya saya tersebut di atas! Go My Babies, Go!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s